Sunday, 14 September 2008

TRAINING ANGKATAN PERTAMA KELANTAN

TRAINING ANGKATAN PERTAMA KELANTAN

Training kelantan angkatan pertama ini berlangsung sebelum puasa, diikuti 141 peserta
bertempat di perdana Resort 28 - 30 Ogos 2008

Dipandu oleh lulusan Mesir En Andy Muhammad fajar dan Assitent trainer En Muhammad Akmal.

training berlangsung selama tiga hari, dimana peserta sangat tertarik, ketika waktu perkenalan ESQ untuk orang Kelantan dihadiri lebih kurang 250 orang. mudah mudahan

























TRA





Saturday, 13 September 2008

Training Mahasiswa KL Angkatan ke 4




Training Mahasiswa KL Angkatan ke 4


Pada hari ini sabtu 13 Ramadhan 1429 H bertepatan dengan 13 September 2008 H, telah berlangsung training ESQ for mahasiswa dengan peserta lebih kurang 72 orang , dilaksanakan di Kualalumpur International Hotel, training ini dikendalikan oleh trainer encik Firdaus Djamaris dan Encik Faizi, hadir juga pelapis atau yang juga dikenal assisten trainer, encik Muzammil.
sebagaimana biasa, training dimulai dengan opening ceremony dan do'a yang dilanjutkan dengan sedikit teori yang menjadi backround kenapa setiap orang memerlukan ESQ.
Pada training kali ini, peserta yang hadir berasal dari berbagai Universiti, antara lain: UIAM, UPM, Universiti Sultan Idris, bahkan ada pula mahasiswa malaysia yang berasal dari kampus luar negara seperti Al-azhar Cairo dan salah satu universiti Jepun. Sejak awal dimulakannya training, telah nampak minat yang tinggi dari sebahagian besar peserta. Mereka sangat enjoy dan merasa gembira dengan ilmu-ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan pada setiap program yang diberikan di dalam dewan(ruangan) tempat berlangsungnya training. Diantara program yang sangat berkesan bagi seluruh partisipan adalah zero mind proccess (ZMP), games, star principle, dan katarsis.

Thursday, 11 September 2008

19. In house Training ESQ Felda Prodata Angkatan I





IN HOUSE ESQ TRAINING FELDA PRODATA ANGKATAN I


Pada hari Jum'at 12 Ramadhan 1429 H bersamaan dengan 12 September 2008 M, telah berlangsung training In house ESQ Felda Prodata angkatan 1 di Flamingo Hotel Ampang, dimana Felda Prodata Sdn Bhd

Felda Prodata Systems Sdn Bhd (Prodata) was formed on 1st July 1986 originally to provide computer services to the Felda Group i.e the Federal Land Development Authority (FELDA) and all its subsidiaries.

In 1991, Prodata spread its wings by marketing computer hardwares and IT solutions not only to the government agencies but also to the corporate and services sectors.

Corporate Mission

To be customers' preferred partner in providing complete and integrated Information & Communication Technology (ICT) solutions to enhance their business, management and administration.

peserta kali ini berjumlah 117 peserta, terdiri 49 orang perempuan dan 68 laki laki, training kali ini dibawakan oleh pelapis dari Dr Ary Ginanjar yaitu Encik Andy Muhammad Fajar dan Encik Muhammad Rasyid, pada hari ini peserta dibawakan modul Outer dan Inner Journey, sehingga peserta bisa memahami asal muasal terjadinya alam, dan mengetahui kebesaran Allah swt, dan menyadari siapa diri kita sebenarnya


BANGUNLAH DUHAI JIWA JIWA YANG KOSONG




BANGUNLAH WAHAI ANAK BANGSA



ada kau lupa
kita pernah berjaya


adakah lupa
kita pernah berkuasa


memayungi 2/3 dunia
merentas benua, melayari samudra

keimanan dan ketakwaaan
rahasia mereka capai kejayaaan

adakah kau lupa
kita pernah berjaya
adakah kau lupa

kita pernah berkuasa
memayungi dua pertiga dunia
merentas dunia , melayari samudra
keimanan dan juga ketakwaann
rahasia mereka capai kejayaan

bangunlah duhai anak bangsa
kita bina

kekuatan jiwa
tempuh rintangan dan perjuangan

bangunlah duhai anak bangsa
kita bina kekuatan jiwa

gemilang generasi yang silam
menbawa arus perubahan
ketulusan jiwa mereka berjuang

adakah kau lupa

sejarah telah mengajar kita
budaya islam serata dunia
menbina tamadun berjaya
merubah mengankat maruah

adakah kau lupa
adakah lupa memayungi 2/3 dunia
merentas dunia , melayari samudra
keimanan dan ketakwaan
raih kemenangan


adakah kau lupa !
adakah kau lupa !
adakah kau lupa !
adakah kau lupa !
adakah kau lupa !









LAKI LAKI

LELAKI PILIHAN

ehemm ... Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, jutawan, atau si wajah handsome? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan "jempolan". Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.

Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, "... dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu ..." (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang 'lebih' dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.

Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.

Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar," Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?" Beliau menjawab, "Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia." (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)

Imam Asy Syaukani mengatakan, "orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya" dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas'ud dan kalangan tabi'in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: "Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya."

Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.

Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang ...ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)

Wednesday, 10 September 2008

Madrasah Ramadhan

16 .Sakaratul Maut





"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". (Qs. Al- An'am : 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.

"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,
"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya". Itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.

"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s). "Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s. "Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram". Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

"Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.
"Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya. "Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius.
"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
"Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail. Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam. "Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s "Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail. "Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s. "Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.

Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat. Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.
"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.
"Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.

MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?
Siapkah kita untuk menghadapinya ?

sudah siapkah kita

sudah siapkah kita

sudah siap kah kita