Tuesday, 20 October 2009

K,H. Arifin ilham ke 2

K.H. Arifin Ilham (Bagian 2)




Di masa kecil, Arifin lebih suka bermain dengan teman-teman yang usianya lebih tua, sehingga ia dijuluki ‘ketu’, maksudnya, kecil tapi tua. Akibatnya, meski secara fisik dan usianya masih bocah, penalarannya acapkali seperti orang dewasa. Ibunda Arifin sangat terkesan dengan sifat sosial dari anak lelaki satu-satunya itu. “Sejak kecil, Arifin sangat berjiwa sosial. Dulu, ketika anak-anak masih kecil, setiap kali saya membagikan makanan dan di antara saudaranya ada yang merasa kurang, maka bagian makanannya langsung diberikan kepada saudaranya itu,” kenang sang ibu.

Ada satu kenangan yang tak pernah dilupakan oleh ibu dari lima anak itu. Saat itu, Arifin, yang baru duduk di kelas IV SD, serta semua saudaranya diajak jalan-jalan oleh kedua orang tuanya. Di tengah jalan, Arifin tiba-tiba memohon kepada ayahnya agar menghentikan mobilnya. Begitu mobil berhenti, ia segera turun. Rupanya, Arifin merasa iba melihat seorang lelaki tua yang susah payah menarik gerobak yang sarat dengan bawaan, menaiki jembatan. Bocah itu langsung membantu mendorong gerobak dari belakang sampai akhirnya berhasil mendaki jembatan itu. “Setelah itu, Arifin masih memberi uang kepada lelaki tua itu,” tutur Nurhayati, mengenang kelakuan putranya.

HAMPIR MAU BAKAR RUMAH
Kenakalan Arifin rupanya masih saja berlanjut, meskipun sudah dipindahkan ke SD Rajawali. “Maklum, karena kami tinggal di kota, Arifin mulai agak terpengaruh pada hal-hal yang sedikit negatif,” tutur Ilham Marzuki. ”Dia mulai bisa bermain judi dengan uang kecil-kecilan dan merokok dengan sembunyi-sembunyi.”

Menurut Arifin, ia tidak pernah berjudi dengan taruhan uang. “Arifin memang suka bermain judi dadu, tapi taruhannya bukan uang,” sergahnya. “Kalau Arifin berjudi, taruhannya kelereng. Kita pasang tiga kelereng, kalau menang dapat 10 kelereng. Tapi, Arifin banyak kalahnya sehingga lama- kelamaan duit Arifin pun habis untuk membeli kelereng. Karena masih ingin main judi, Arifin pun mencuri. Saat Abah memanggil-manggil dan mengajak salat berjemaah, Arifin pura-pura mandi. Begitu Abah sudah mulai salat, Arifin pun segera masuk ke kamar Abah dan mengambil uang Abah yang ada di kamar. Arifin tak berani mengambil banyak-banyak, hanya sekitar seribu rupiah!”

Pendidikan yang keras dan disiplin terhadap Arifin di rumah rupanya tidak selalu membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan kedua orang tuanya. Di luar rumah, Arifin menikmati dunianya sendiri, sehingga membuat kedua orang tuanya jadi semakin cemas. “Karena Abah sering ke luar kota, maka Arifin pun jadi kurang terkontrol dan nakal,” kata Arifin beralasan.

Oleh kedua orang tuanya Arifin pun didatangkan guru mengaji ke rumah. Selain diharapkan pintar mengaji, kedua orang tuanya juga berharap agar anak lelaki satu-satunya itu tidak banyak bermain di luar rumah. Tapi, apa yang terjadi? Arifin justru membuat ulah yang aneh-aneh. Setiap kali guru mengaji itu datang ke rumah, ia selalu saja dijaili Arifin. “Kadang-kadang Arifin gembosin ban sepedanya, kadang-kadang ngumpetin sandalnya,” ujar Arifin berterus terang.

Saat kelas 6 SD Arifin pernah mengancam akan membakar rumah orang tuanya. Pasalnya, sang ayah tidak mau mengabulkan permintaannya. Rupanya, ia minta dibelikan motor trail, tapi malah dibelikan motor Vespa. Ayahnya khawatir, kalau dibelikan motor trail, Arifin akan main kebut-kebutan yang tentu sangat membahayakan keselamatannya. “Biarpun harganya lebih mahal, motor itu tidak trendi,” ujarnya jengkel.

Meski sudah menyiapkan minyak tanah dan korek api, orang tuanya tidak memperhatikan ancamannya itu. Arifin jadi kesal. Ia kemudian membuat ulah agar ayahnya naik pitam. Suatu sore, ketika banyak orang sedang bermain badminton di sebelah rumahnya, Arifin ikut bergabung bersama mereka. Ia tahu ayahnya sedang duduk-duduk di teras rumahnya dan dengan mudah bisa melihat apa yang diperbuatnya. Ia juga tahu ayahnya sangat tidak suka melihat orang merokok, terlebih itu dilakukan oleh anak kecil, seperti dirinya. Arifin pun sesungguhnya tidak suka merokok. Tapi, untuk memancing kemarahan ayahnya, ia sengaja merokok di depan ayahnya dan orang banyak. Begitu sampai pada tiga empat isapan, sang ayah mendekatinya dan langsung menampar sambil memarahinya. “Kamu ini nyontoh siapa, sih. Kamu, kok, jadi badung seperti ini? Kamu mau jadi apa kalau sudah besar nanti?”

Tamparan itu tidak hanya mempermalukannya, tapi juga membuatnya sakit lahir batin. Maklum, sewaktu muda ayahnya juga pernah berlatih karate, sehingga pukulannya cukup mantap. Saat itu juga ia kabur dari rumah. Ia sangat marah dan sakit hati sehingga tidak ingin pulang lagi ke rumah orang tuanya. Tapi, begitu jauh dari rumah, ia bingung mau lari ke mana. Karena hari sudah larut, maka ia putuskan singgah di rumah Ahmad, sahabat mainnya. Ia berpesan kepada keluarga Ahmad agar tidak memberitahukan keberadaannya kepada kedua orang tuanya. Tapi, diam-diam orang tua Ahmad memberitahukannya kepada Hj. Nurhayati, ibu Arifin. Nurhayati kemudian memberikan sejumlah uang kepada orang tua Ahmad untuk keperluan Arifin, baik untuk makan atau keperluan lain.

Arifin sama sekali tidak tahu bahwa ibunya sudah mengetahui keberadaannya. Tapi, ia merasa ada sesuatu yang agak janggal. Ia tahu persis bahwa kehidupan keluarga Ahmad tergolong susah. “Tapi, kenapa setiap hari makanannya selalu lezat-lezat? Nasinya enak, lauknya pun lengkap, ada ikan, daging, dan sebagainya,” papar Arifin. “Rupanya, selama Arifin menginap di rumah ini, selalu disubsidi Mama. Mama datang setiap hari dengan sembunyi-sembunyi, tanpa Arifin ketahui atau pas Arifin tidak berada di rumah,” lanjutnya.

Memasuki hari kelima, Nurhayati datang ke rumah orang tua Ahmad dan sengaja menemui Arifin. Ia memberi tahu bahwa ayahnya sakit keras gara-gara memikirkan Arifin. Ia membujuk putranya agar segera pulang ke rumah. Arifin trenyuh juga mendengar cerita itu dan saat itu pun ia bersedia pulang bersama ibunya. Sampai di rumah, Arifin langsung memohon maaf kepada ayahnya yang langsung memeluknya. “Kami saling berpelukan dan bertangis-tangisan,” kenang Arifin sendu. “Ini benar-benar seperti cerita sinetron!” lanjutnya bercanda.

Bersambung

Agoes MD


Serial Terkait :

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 1)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 3)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 4)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 5)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 6)

History Arifin Ilham bagian 1

K.H. Arifin Ilham (Bagian 1)


Suatu siang di tepi sungai kecil tak bernama di Jalan Sutoyo, Banjarmasin, seorang anak laki-laki berusia dua tahun sedang asyik bermain-main air menemani sang ibu yang sedang sibuk mencuci. Tiba-tiba bocah itu tergelincir dan sekejap kemudian air yang deras sudah menariknya ke tengah sungai.

Menyaksikan anaknya hanyut, tanpa berpikir panjang ibu yang tengah hamil delapan bulan itu langsung terjun ke sungai. Air sungai yang deras dan dalam tidak membuatnya ciut. Ia berenang semampunya agar bisa menggapai kaki anak lelaki satu-satunya itu. Bocah itu sudah tenggelam cukup jauh dan terus meluncur cepat sejalan dengan derasnya air sungai. Sekujur tubuhnya tak terlihat dan hanya sesekali kaki anak itu tampak menjulur ke atas. Sambil terus berenang, wanita muda itu berusaha sekuat tenaga menggapai kaki anak itu. Ia seakan sudah tidak menghiraukan lagi bahwa di perutnya tengah ada jabang bayi yang usianya sudah cukup tua.

Syukurlah, usahanya membuahkan hasil. Setelah berenang sekitar empat meter lebih, ia akhirnya berhasil menangkap kaki putranya. Bocah itu sudah pucat pasi dan tak sadarkan diri. Beruntung, ibu itu masih merasakan ada gerak kehidupan di jantungnya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, ibu itu menggendong putranya ke pinggir kali. Setelah itu, sang ibu tak sadarkan diri dan tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.

Perjuangan ibu itu tidak sia-sia. Bocah yang nyaris mati tenggelam itu, kini telah menjadi seorang dai (penceramah agama) yang sangat kondang. Sejak namanya mulai dikenal, hampir setiap hari K.H. Arifin Ilham muncul di layar TV atau media lain. Berbeda dengan dai sejuta umat, K.H. Zainuddin M.Z., dan dai manajemen kalbu, Aa Gym, Arifin Ilham tampil dengan gaya zikirnya yang menyejukkan. Seakan membawa jemaahnya terbang ke langit serta melupakan dunia yang fana.

BERGIGI SEJAK LAHIR
Saat Arifin kecil itu tenggelam, ayahnya, H. Ilham Marzuki, yang bekerja sebagai staf di Bank BNI 46 di Banjarmasin, tengah berada di luar kota. Saat itu Arifin tengah bermain dengan kakaknya, Mursidah, sementara ibunya tengah mencuci. “Saat bermain dengan kakak, saya tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke sungai. Saya langsung tenggelam dan setelah itu saya tak sadar lagi apa yang terjadi,” Arifin Ilham membuka kisah masa kecilnya di sela-sela kegiatannya yang padat, antara lain mengisi siaran rohani di televisi.

Alhamdulillah, Arifin berhasil ditolong dan sehat kembali, sementara ibunya maupun kandungannya juga tak bermasalah. Pada 21 April 1971 (kandungan usia sembilan bulan sepuluh hari) ibunya melahirkan adik Arifin, Siti Hajar, dengan selamat.

Arifin Ilham adalah anak kedua dari lima bersaudara, dan dia satu-satunya anak lelaki. Ayah Arifin masih keturunan ketujuh Syeh Al-Banjar, ulama besar di Kalimantan, sementara ibunya, Hj. Nurhayati, kelahiran Haruyan, Kabupaten Barabay.

Setahun setelah menikah, pasangan ini melahirkan putri pertama mereka tahun 1967. Karena anak pertama mereka perempuan, betapa bahagianya mereka ketika anak keduanya adalah laki-laki. Nurhayati mengatakan bahwa saat hamil anak keduanya itu, ia merasa biasa-biasa saja, tidak ada tanda-tanda khusus. Hanya, berbeda dengan keempat putrinya, saat dalam kandungan, bayi yang satu ini sangat aktif. Tendangan kakinya pun sangat kuat, sehingga sang ibu acapkali meringis menahan rasa sakit.

Bayi yang lahir tanggal 8 Juni 1969 itu kemudian diberi nama Muhammad Arifin Ilham. Berbeda dengan keempat saudaranya yang lain, yang saat lahir berat mereka rata-rata 3 kilogram lebih, bayi yang satu ini beratnya 4,3 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. “Anehnya, bayi itu sejak lahir sudah bergigi, yaitu di rahang bagian atasnya,” kenang Nurhayati.

Bayi itu selanjutnya tumbuh sehat. Usia setahun sudah bisa berjalan dan tak lama setelah itu ia mulai bisa berbicara. Setelah Siti Hajar, satu demi satu adik Arifin pun lahir. Yaitu, Qomariah yang lahir tanggal 17 Mei 1972 dan si bungsu Fitriani yang lahir tanggal 24 Oktober 1973.

Saat berusia lima tahun, Arifin dimasukkan oleh ibunya ke TK Aisyiah dan setelah itu langsung ke SD Muhammadiyah tidak jauh dari rumahnya di Banjarmasin. Arifin mengaku, saat masih di SD itu ia tergolong pemalas dan bodoh. “Kata orang Banjarmasin, Arifin itu babal. Arifin baru bisa baca-tulis huruf Latin setelah kelas 3,” kenang Arifin yang setiap kali berbicara tentang dirinya selalu menyebut namanya sendiri.

Di SD Muhammadiyah ini Arifin hanya sampai kelas 3, karena berkelahi melawan teman sekelasnya. Masalahnya, dia tidak rela ada salah seorang temannya yang berbadan kecil diganggu oleh teman sekelasnya yang berbadan cukup besar. Arifin kalah berkelahi karena lawannya jagoan karate. Wajahnya babak belur dan bibirnya sobek. Agar tidak berkelahi lagi, oleh ayahnya Arifin kemudian dipindahkan ke SD Rajawali.

KECIL, TAPI TUA
Rumah tempat tinggal orang tua Arifin terletak di Simpang Kertak Baru RT 7/RW 9, kota Banjarmasin, tepat di sebelah rumah neneknya, ibu dari ibunda Arifin. Sebagai pegawai Bank BNI 46, ayahnya sering kali bertugas ke luar kota Banjarmasin, kadang-kadang sampai dua-tiga bulan. Ayah Arifin mengakui bahwa ia tidak banyak berperan mendidik kelima anaknya, sehingga akhirnya yang banyak berperan mendidik Arifin adalah istri dan ibu mertuanya. Arifin mengungkapkan bahwa cara mendidik kedua orang tua itu keras sekali. “Baik Mama maupun Nenek kalau menghukum sukanya mencubit atau memukul. Dua-duanya turunan, kalau nyubit maupun memukul keras dan sakit sekali,” canda ustad muda itu.

Nenek Arifin sangat disiplin. Setiap pulang sekolah, Arifin kecil diharuskan untuk tidur siang. Kalau tak bisa tidur, ia terpaksa berpura-pura tidur, karena ditunggui dan dipelototi oleh sang nenek. Kalau mata melek sedikit, neneknya langsung berteriak-teriak, “Tidur... tidur…!” Meski tak ditunggu sekalipun, ia tak berani kabur karena kalau ketahuan pasti langsung dicubit atau dipukuli. Meskipun semua saudaranya perempuan, mereka pernah merasakan cubitan ibu maupun neneknya. “Nenek, kalau nyubit di paha, kenceng sekali, sampai-sampai paha kami biru-biru semua,” tambahnya sembari tertawa.

Bersambung

Agoes MD


Serial Terkait :

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 2)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 3)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 4)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 5)

» K.H. Arifin Ilham (Bagian 6)

Tuesday, 15 September 2009

WAHAI WANITA....

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami

- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
—————————————

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: artinya:

” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata’ , khoirul mata’ al mar’atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah

RINTIHAN HATI KU

Aku mencintaimu karena Allah…

Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku menyukai orang-orang yang mencintai-Nya…, yang mencintai rasul-Nya. Dan denganmu … ku harap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintai-Nya.

Aku merindukanmu karena Allah…

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku tahu… mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan sebagian Din… Pernikahan adalah sunnah Rasulullah dan Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerah-Nya yang ditumbuhkan dihati orang-orang yang dikehendaki-Nya. Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu my soulmate… to come in my life and marry me?

Aku menunggumu karena Allah…

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan… dan karenanya… aku butuh seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku yang keras dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijin-Nya…

Aku tahu… terlalu banyak yang harus aku perbaiki… Karenanya…, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku. Aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu. Untuk lebih mengajariku dengan sabar hingga kenikmatan imanku terhadap-Nya semakin dalam dengan ijin-Nya. Di setiap harinya…, untuk selama-lamanya. Amien…

Aku tahu, dalam hatiku… aku tak ingin hidup sendiri, karenanya, aku berharap … Allah dapat menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku. Dan dari dirimu lah kutemukan semua itu…
Matahariku…, bila engkau benar-benar ada dalam hidupku… Semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia ridhoi… Amien.
Ya Rabb…, redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku.Amien.

Aku mencintaimu karena Allah….

Aku merindukanmu karena Allah…

Aku menunggumu karena Allah…

Di raga manakah jiwamu bersemayam??

Ya Allah, jika aku jatuh hati, cintakan lah aku pada sesesorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku ke dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampai batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkan Ya

Allah ikatannya, kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan keimanan dan keindahan bertawaqal di jalan-Mu.

Ya Allah aku mencintainya!

Ya Allah, aku tahu Kau pasti mendengar degup jantungku tiap ku bertemu dengannya.
Ya Allah, aku tahu Kau pasti mengetahui isi hati ku tiap ku bertatap dengannya.
Ya Allah, aku tahu Kau pasti mengetahu betapa wajah dan senyumannya begitu menggetarkan hati ini.

Ya Allah, jika benar aku mencintainya maka buatlah aku layak baginya dan jadikan aku hamba-Mu yang sholeha dan selalu taat pada-Mu hingga ketika Kau mendengar dan mengetahui isi hati ini maka mantap hatiku dan mantap cintaku sehingga jika benar aku mencintainya maka aku mencintainya karena-Mu…
Ya Allah…

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku bisa membuatnya sempurna dimata-Mu.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Ya Allah…
Aku juga meminta, buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga.
Berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikan sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu.
Berikan aku tangan sehingga akau selalu mampu berdoa untuknya.
Berikan aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya.

Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, ”Betapa Maha Besarnya Engkau karena memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…

Thursday, 10 September 2009

mak mak

Orang kata aku lahir dari perut mak..
(bukan org kata...memang betul)

Bila dahaga, yang susukan aku.... mak
Bila lapar, yang suapkan aku.... mak
Bila keseorangan, yang sentiasa di sampingku.. mak

Kata mak, perkataan pertama yang aku sebut....
Bila bangun tidur, aku cari.... mak
Bila nangis, orang pertama yang datang .... mak
Bila nak bermanja, aku dekati.... mak
Bila nak bergesel, aku duduk sebelah.... mak



Bila sedih, yang boleh memujukku hanya.... mak
Bila nakal, yang memarahi aku.... mak
Bila merajuk, yang memujukku cuma.... mak
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat
marah...mak


Bila takut, yang tenangkan aku.... mak Click Me!
Bila nak peluk, yang aku suka peluk.... mak
Aku selalu teringatkan .... mak
Bila sedih, aku mesti talipon.... mak
Bila seronok, orang pertama aku nak beritahu..... mak



Bila bengang.. aku suka luah pada.. mak
Bila takut, aku selalu panggil... "mmaaakkkk! " Click Me!
Bila sakit, orang paling risau adalah.... mak
Bila nak exam, orang paling sibuk juga.... mak
Bila buat hal, yang marah aku dulu.... mak
Bila ada masalah, yang paling risau.... mak
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. mak
Yang selalu masak makanan kegemaranku.... mak Click Me!
kalau balik ke kampung, yang selalu bekalkan ulam & lauk pauk..... mak
Yang selalu simpan dan kemaskan barang-barang aku.... mak
Click Me!Yang selalu berleter kat aku... mak
Yang selalu puji aku.... mak Click Me!
Yang selalu nasihat aku.... mak
Bila nak kahwin..Orang pertama aku tunjuk dan rujuk..... mak

Click Me!Aku ada pasangan hidup sendiri....

Bila seronok, aku cari....pasanganku Click Me!
Bila sedih, aku cari.... mak

Bila berjaya, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada.... mak

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku Click Me!
Bila berduka, aku peluk erat..... emakku

Click Me!Bila nak bercuti, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah.... mak

Bila sambut valentine.. Aku bagi hadiah pada pasanganku Click Me!
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”

Click Me!Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. mak ingat kat akuClick Me!

Bila-bila... aku akan talipon pasanganku
Entah bila... aku nak talipon mak

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila... aku nak belikan hadiah untuk emak

Renungkan:
"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja... bolehkah kau kirim wang untuk mak?
mak bukan nak banyak... lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........

Tapi kalau mak sudah tiada..... .....
MAKKKKK...RINDU MAK.... RINDU SANGAT....

Click Me!


Berapa ramai yang sanggup menyuapkan ibunya....
berapa ramai yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
berapa ramai yang sanggup mengantikan lampin ibunya.....
berapa ramai yang sanggup membersihkan najis ibunya.......
berapa ramai yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....
berapa ramai yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....

dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyang JENAZAH ibunya.......

Seorang anak mendapatkan ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera mengesatkan tangan di apron menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.Kos upah membantu ibu:

1) Tolong pergi kedai : RM4.00
2) Tolong jaga adik : RM4..00
3) Tolong buang sampah : RM1.00
4) Tolong kemas bilik : RM2.00
5) Tolong siram bunga : RM3.00
6) Tolong sapu sampah : RM3.00
Jumlah : RM17.00

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
3) Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
4) Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
5) Kos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu -PERCUMA
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh siibu. Si anak menatap waja h ibu,memeluknya dan berkata,

"Saya Sayangkan Ibu". Kemudian si anak mengambil pen dan menulis "Telah Dibayar" pada mukasurat yang sama ditulisnya.

Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:

Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:



doa

Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

doa

Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]





Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]



Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

"Jika kamu menyayangi ibumu silahkan copy dan paste di blog mu

Thursday, 20 August 2009

10 langkah menyambut bulan puasa

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan


1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

Bulan Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan


Ustadz Muhammad Bagir Syuaib

"Ya Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan telah tiba. Wahai Tuhan Pemilik bulan Ramadhan. Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya, dan telah menjadikannya sebagai penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang batil. Wahai Tuhan kami, berkatilah kami di dalamnya dan bantulah kami dalam menunaikan puasa serta shalat di dalamnya. Terimalah amal-amal kami di dalamnya."

Itulah cuplikan doa yang selalu dilantunkan oleh lisan suci Rosulullah saww ketika tiba malam pertama di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat diagungkan oleh Allah SWT. Bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh para pecinta Allah. Sebab, malam-malamnya pada bulan ini lebih utama dari bulan lainnya, hari-harinya lebih utama dari bulan lainnya. Pada bulan inilah semua amalan diterima. Bahkan, nafas-nafas manusia pada bulan ini adalah tasbih kepada Allah, tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah kepada Allah.
Untuk mengetahui lebih dalam lagi apa yang ada dalam bulan Ramadhan, kita lihat cuplikan khotbah Rosulullah saww di hadapan para sahabatnya, ketika menjelang Ramadhan tiba, yang diriwayatkan oleh Syekh Shoduq dari Imam Ridho as dari ayah-ayahnya dari Amiril mukminin Ali bin Abi Thalib as.
"Wahai manusia, sesungguhnya telah tiba kepada kalian bulannya Allah dengan keberkahan, rahmat dan pengampunan. Bulan yang lebih utama dari bulan-bulan lainnya di sisi Allah, hari-harinya lebih utama, malam-malamnya lebih utama, dan waktu-waktunya paling utama dengan bulan lainnya. Bulan, dimana kalian semua di seru di dalamnya menjadi tamunya Allah, dan di dalamnya kalian dijadikan sebagai kemuliannya Allah, nafas-nafas kalian di dalamnya menjadi tasbih, tidur kalian di dalamnya adalah ibadah, amal kalian di dalamnya diterima, doa kalian di dalamnya dijawab. Oleh karena itu, mohonlah kepada Allah Tuhan kalian dengan niat yang ikhlas dan dengan hati yang suci…

Dengan lapar dan haus kalian pada bulan ini, ingatlah lapar dan hausnya kalian nanti pada hari kiamat, bersedekahlah kalian kepada kaum faqir miskin, muliakanlah orang yang lebih tua dari kalian dan kasihanilah orang yang lebih muda dari kalian. Sambungkanlah tali silaturahim kalian dan jagalah lisan-lisan kalian, tutuplah mata dan telinga kalian dari semua yang tidak dihalalkan untuk di lihat dan di dengar. Sayangilah anak-anak yatimnya manusia seperti kalian menyayangi anak yatim kalian. Tobatlah kepada Allah dari semua dosa kalian, angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada setiap solat kalian, sebab itu paling utamanya waktu dan Allah akan melihat pada waktu itu dengan kasih sayang pada seluruh hamba-Nya, Dia akan menjawab jika mereka memohon dan Dia akan mengabulkan jika mereka berdoa.
Wahai manusia, sesungguhnya diri-diri kalian bergantung pada seluruh amal kalian, maka tebuslah dengan memohon ampunan (istighfar).
Wahai manusia, siapa diantara kalian yang memberi makanan pada waktu berbuka pada seorang mukmin di bulan ini, maka di sisi Allah sama halnya dengan dia telah membebaskan budak dan mendapat pengampunan dari dosa-dosanya yang telah lewat. Lalu ditanyakan kepada Rosulullah ; "Ya Rosulullah, tidak semuanya dari kami mampu melaksanakannya?" Rosul menjawab ; "Takutlah kalian pada api neraka, walaupun dengan separuh kurma, walaupun dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah Ta'ala akan memberikan balasan-Nya tersebut pada orang yang memberikan sedikit jika dia tidak mampu lebih dari itu."
Wahai manusia, sesungguhnya seluruh pintu Sorga di buka di dalam bulan ini, oleh sebab itu, mohonlah pada Tuhan kalian supaya Dia tidak menutupnya untuk kalian. Pintu-pintu Neraka ditutup dalam bulan ini, oleh karena itu, mohonlah pada Tuhan kalian supaya Dia tidak membukanya untuk kalian, serta seluruh Setan diikat, maka mintalah pada Tuhan kalian supaya tidak membelenggu kalian…"
Betapa agung keutamaan bulan Ramadhan, seperti yang dikatakan Rosulullah saww. Pada bulan ini pula terdapat satu malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Kita harus gapai satu malam itu dengan ruh dan jasad kita. Oleh sebab itu, mari kita berhati-hati dan berusaha untuk lebih melihat kembali kepada apa yang akan kita kerjakan pada bulan yang mulia ini. Bagaimana kita harus menjaga setiap anggota tubuh kita dari mulai mata, telinga, kaki dan lain sebagainya. Sebab makna dari puasa bukan hanya menahan lapar dan haus semata, tetapi makna puasa adalah seperti yang dikatakan dalam hadits ; " Jangan sampai hari puasamu seperti hari tidak puasamu", juga dalam hadits lain dikatakan ; " Sesungguhnya puasa bukanlah menahan makan dan minum semata, jika kalian puasa maka jagalah lisan-lisan kalian dari berbohong, tutuplah mata-mata kalian dari segala yang di haramkan oleh Allah, janganlah kalian saling berselisih, jangan saling iri, jangan saling mengumpat, jangan saling bermusuhan dan janganlah kalian melupakan zikir kepada Allah dan shalat. Kewajiban kalian adalah diam dan bersabar, menjauhi para pelaku keburukan. Jauhilah ucapannya pendusta, permusuhan, buruk sangka, pengumpat, dan pengadu domba. Dekatkan diri kalian pada Akhirat dengan menanti hari-hari kalian (kedatangan Imam Mahdi af dari keluarga Muhammad saww) penantian yang sudah di janjikan Allah SWT yang menjadi bekal kalian untuk bertemu dengan Allah SWT. Oleh karenanya, kalian harus tenang, khusyu', merendahkan diri serta merasa hina dihadapan Tuhan kalian dengan rasa takut dan harap kepada-Nya…
Sesungguhnya puasa bukanlah menahan makan dan minum semata, akan tetapi Allah telah menjadikannya tabir dari selain keduanya yaitu penghalang dari perbuatan dan ucapan, betapa sedikit yang berpuasa dan betapa banyak yang lapar.
Banyak sekali amalan yang harus di kerjakan oleh setiap mukmin pada bulan Ramadhan, baik amalan umum ataupun khusus. Salah satu amalan umum yang sangat di tekankan sekali untuk di kerjakan pada bulan ini adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Sebab, pada bulan inilah Allah telah memperlihatkan keagungan-Nya melalui jiwa suci Rosul saww dengan menurunkan Al-Quran. Dalam hadist disebutkan bahwa dianjurkan untuk mengkhatamkan Al-Quran sekali dalam setiap bulannya, dan untuk bulan Ramadhan ini dianjurkan untuk mengkhatamkan Al-Quran sekali dalam setiap tiga hari. 'Alamah Majlisi ra menyebutkan bahwa seluruh Imam suci as selalu mengkhatamkan Al-Quran dalam bulan Ramadhan sebanyak empat puluh kali bahkan lebih dari itu. Dan siapa yang mengkhatamkan Al-Quran sebanyak itu, maka dia akan dikumpulkan pada hari Akhirat bersama mereka orang-orang suci as.
Amalan umum yang lainnya yang juga ditekankan oleh Rosul saww adalah memperbanyak doa, shalat, istigfar dan ucapan laa ilaaha illAllah. Diriwayatkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin as jika telah memasuki bulan Ramadhan tidak keluar ucapan dari mulut sucinya kecuali doa, tasbih, istigfar dan takbir.
Selesai kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, ada satu amalan lagi yang jangan sampai kita melupakannya yaitu mengeluarakn zakat fitrah, yaitu setiap muslim wajib mengeluarkan sebagian hartanya dimulai dari saat ghurub (terbenamnya matahari) malam Idul Fitri hingga menjelang waktu dzuhur hari tanggal satu syawal (untuk tata cara dan sebagainya disebutkan di dalam buku-buku fiqih). Sebab, zakat fitrah adalah satu kewajiban yang sangat ditekankan bagi setiap muslim. Zakat Fitrah ini adalah sebagai salah satu syarat diterimanya puasa bulan Ramadhan dan menjadi penyebab bagi yang melaksanakannya untuk bertemu dengan puasa tahun berikutnya.


Ya Allah, masukkanlah kami dengan kemurahan-Mu ke dalam orang-orang yang saleh, dan masukkanlah kami ke dalam sorga Illiyyin. Berilah kami minum dengan air yang mengalir dari mata air Salsabil. Nikahkanlah kami dengan rahmat-Mu kepada bidadari-bidadari Sorga yang bermata jelita…
Anugerahkanlah kepada kami keberhasilan memperoleh (keutamaan) malam al-Qadr, kesempatan menunaikan ibadah haji ke Baitullah al-Haram dan meraih kesyahidan di jalan-Mu. Kabulkanlah semua permohonan dan tuntutan kami ini.[]

Akan datang suatu zaman atas umatku, mereka tidak mengenal ulama kecuali dengan pakaian yang bagus. Dan mereka tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suara yang merdu. Serta tidak menyembah Allah kecuali hanya di bulan puasa. Jika itu telah terjadi maka Allah akan menguasakan atas mereka pemimpin yang bodoh, yang tidak mengenal belas kasih serta tidak memiliki rasa rahmat.

[Dikutip dari Fatih Guven, 560 Hadis dari 14 Manusia Suci, Yayasan Islam Al-Baqir, Bangil, Hadis dari Rasulullah Saww]



Beberapa Surat Penting Dalam Al-Quran

Al-Quran sebagai tempat rujukan segala sesuatu bagi kaum muslimin baik dalam masalah-masalah duniawi seperti jual beli, pembagian harta waris dan sebagainya, maupun masalah-masalah ukhrawi seperti shalat, puasa, haji dan lain-lain. Semuanya bagi seorang yang mengaku dirinya muslim akan dikembalikan kepada kitab suci Al-Quran. Al-Quran disamping sebagai mu'jizat terbesar Nabi kita Muhammad saww, pada sisi lain dalam diri Al-Quran sendiri terdapat mu'jizat-mu'jizat yang tidak akan kita dapatkan pada kitab-kitab pegangan agama lain, seperti : mu'jizat Al-Quran dari segi sejarah, ihtijaj (argumentatik), dan akhlak serta mu'jizat Al-Quran dari segi hukum dan undang-undang. Termasuk dalam Al-Quran juga terdapat surat-surat penting dimana Rasulullah saww menekankan pembacaan surat-surat tersebut yang memiliki banyak keutamaan.

1. Surat Yasin
Rasulullah saww bersabda, "Barang siapa yang membaca surat Yasin maka Allah Azza Wa Jalla akan mengampuninya dan ia akan diberi pahala seperti membaca Al-Quran dua belas kali. Kemudian apabila dibacakan surat Yasin pada orang sakit maka setiap huruf yang dibacanya akan datang padanya (si sakit) sepuluh malaikat yang berbaris di hadapannya, memintakan ampun untuknya dan menyaksikan pencabutan ruhnya serta mereka mengiringi jenazahnya sampai ke penguburannya. Apabila orang sakit sendiri yang membaca dan dia dalam keadaan sakaratul maut, ataupun seseorang membacakan untuknya maka akan datang Ridwan (malaikat penjaga surga) dengan membawa minuman dari surga dan dia akan meninggal dalam keadaan kenyang dan dibangkitkan tidak kehausan, serta ia tidak membutuhkan telaga-telaga para Nabi a.s. sampai ia memasuki surga tanpa rasa haus. Diriwayatkan dari Rasulullah saww : "Sesungguhnya surat Yasin akan menaungi pembacanya dengan sebaik-baik kehidupan dunia dan akherat, ia akan mencegahnya dari bala dunia dan akherat dan akan melindunginya dari perasaan takut di akherat dan akan mencegahnya dari segala bentuk kekejian serta akan mencukupinya dari segala kebutuhan. Pembaca surat Yasin akan dikabulkan hajatnya dua puluh hari, dan barang siapa yang mendengarkan surat Yasin maka Allah SWT akan memberinya seribu nur (cahaya), seribu keyakinan dan seribu berkah serta seribu rahmat yang melindunginya dari segala rasa dengki dan penyakit lainnya."
Imam Shodiq a.s. berkata : "Barang siapa yang membaca surat Yasin pada siang hari maka ia termasuk orang-orang yang terjaga dan menerima rizki hingga sore hari, dan barang siapa yang membacanya pada malam hari sebelum tidur maka Allah mengutus seribu malaikat untuk menjaganya dari kejahatan semua syaithan dan apabila dia meninggal pada hari itu maka Allah akan memasukkannya ke surga."

2. Surat Ar-Rahman
Imam Shodiq a.s. berkata : "Janganlah berprasangka buruk kepada orang yang membaca surat ar-Rahman karena tidak akan tinggal di hatinya sifat munafik, dan surat ar-Rahman akan menghadap Allah pada hari kiamat dengan sebaik-baik wajah dan seharum bau wangi hingga bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla di suatu tempat dan tidak seorangpun bisa dekat kepadanya dari dirinya, dan Allah akan bertanya kepadanya (surat ar-Rahman) : "Siapa yang sering membacamu di dunia secara istiqomah ?" ia menjawab : "Tuhanku, fulan dan fulan," maka putihkanlah wajah-wajah mereka, lalu Allah akan menjawab : "Sesungguhnya syafa'atKu hanya untuk orang-orang yang mencintaimu," dan Allah akan mensyafa'atinya hingga tidak sedikitpun tertinggal dosa mereka, kemudian Allah berkata kepada mereka : "Masuklah kalian ke dalam surga dan tinggallah di dalamnya sesuka kalian."
Imam Shodiq a.s. berkata : "Barang siapa yang membaca surat ar-Rahman, maka hendaknya pada setiap bacaan "Fabiayyi aalaai Robbikuma tukadziban" dijawab dengan "Wahai Tuhanku tidak satupun dari nikmat-nikmatMu yang aku kufuri." Apabila di waktu malam hari atau siang seseorang membacanya kemudian meninggal, maka ia meninggal sebagai seorang syahid. []
__________
Diterjemahkan oleh Ali Alatas dari kitab Mafatih al-Jinan karya Syeikh Abbas al-Qummi.



Pada hari kiamat seorang hamba tidak akan bergeser kedua kakinya hingga ditanyai tentang empat perkara : 1. Tentang umurnya untuk apa dihabiskan. 2. Tentang masa mudanya dengan apa ia lalai. 3. Tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana diinfakkan. 4. Tentang kecintaannya kepada kami (Ahlul-Bait).
[Dikutip dari Fatih Guven, 560 Hadis dari 14 Manusia Suci, Yayasan Islam Al-Baqir, Bangil, Hadis dari Rasulullah Saww]


Puasa dan Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengannya

Pengertian Puasa
Puasa artinya menahan diri dari hal-hal yang akan membatalkannya, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat menunaikan perintah Allah.

Niat
Hal-hal yang berkaitan dengan niat.
1. Seseorang tidak harus menuturkan niat puasa dengan lisannya seperti dengan mengatakan, "Besok saya akan berpuasa." Cukup saja ia bermaksud puasa (dalam hatinya) untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan tidak akan melakukan hal-hal yang akan membatalkannya, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Tetapi untuk meyakinkan bahwa sepanjang hari itu ia berpuasa, hendaklah ia menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkannya sejak dari sesaat menjelang subuh hingga sesaat menjelang maghrib. (Taudhih al-Masail, masalah 1550).
2. Jika seseorang hendak berpuasa selain puasa Ramadhan, hendaklah (dalam niatnya) ia menentukan jenis puasanya, seperti "saya hendak puasa qadha atau nazar." Tetapi pada bulan Ramadhan seseorang tidak wajib menyebutkan puasa Ramadhan (dalam niatnya). Bahkan bila ia tidak tahu atau lupa bahwa saat itu adalah bulan Ramadhan, kemudian ia berniat puasa yang lain, puasanya tetap dihitung sebagai puasa Ramadhan. (Taudhih al-Masail, masalah 1555).
3. Apabila seseorang berniat puasa untuk hari pertama Ramadhan, lalu ia tahu bahwa hari tersebut adalah hari kedua atau ketiga misalnya, puasanya tetap sah. (Taudhih al-Masail, masalah 1557).
4. Jika pada bulan Ramadhan seseorang berniat puasa sebelum masuk waktu subuh, lalu ia tidur dan bangun kembali ketika waktu sudah maghrib, maka puasanya sah. (Taudhih al-Masail, masalah 1560).
5. Seseorang tidak diwajibkan berpuasa pada hari syak (yaitu hari yang meragukan apakah hari terakhir Sya'ban atau awal Ramadhan). (Taudhih al Masail, masalah 1568).
6. Pada puasa wajib (seperti puasa Ramadhan), jika seseorang berpaling dari niatnya semula, maka puasanya batal. Tetapi bila ia berniat melakukan suatu perbuatan yang dapat membatalkan puasa tersebut, kemudian ia tidak jadi melakukannya, maka puasanya tidak batal. (Taudih al-Masail, masalah 1570).

Hal-hal yang berkaitan dengan orang sakit
1. Jika seseorang sembuh dari sakitnya sebelum waktu dzuhur dan sejak adzan subuh hingga saat sembuh ia belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka wajib baginya berniat puasa pada hari itu.
2. Jika ia sembuh setelah dzuhur, maka tidak wajib baginya berpuasa pada hari itu. (Taudhih al-Masail, masalah 1570).

Waktu Niat
1. Seseorang dapat berniat puasa pada tiap-tiap malamnya, atau dapat pula ia berniat puasa pada malam pertama Ramadhan untuk sebulan penuh. (Taudhih al-Masail, masalah 1551)
2. Seseorang boleh berniat puasa kapan saja sejak awal malam hingga adzan subuh. (Taudhih al-Masail, masalah 1568)
3. Seseorang yang tidur sebelum adzan subuh (dalam keadaan) belum berniat puasa, maka :
a. Jika bangun sebelum dzuhur lalu ia berniat puasa, maka puasanya sah, baik puasa wajib maupun sunah.
b. Jika ia bangun setelah dzuhur, maka puasanya dianggap tidak sah. (Taudhih al-Masail, masalah 1554)
Hal-hal yang dapat membatalkan Puasa
Terdapat 9 (sembilan) macam hal yang dapat membatalkan puasa, yaitu :
1. Makan.
2. Minum.
3. Jima' (hubungan suami isteri).
4. Sengaja melakukan istimna' (perbuatan yang menyebabkan mani keluar).
5. Berdusta atas nama Allah SWT, Rasul dan para Imam Ma'shum as.
6. Memasukkan seluruh bagian kepala sekaligus ke dalam air.
7. Tetap berada dalam keadaan junub, haid, dan nifas hingga adzan subuh.
8. Memasukkan sesuatu berupa cairan ke dalam tubuh melalui dubur.
9. Muntah (secara sengaja).

Hal-hal yang mewajibkan Qadha Puasa dan Kafarat.
1. Secara sengaja membatalkan puasa dengan makan dan minum, jima, tetap berada dalam keadaan junub hingga masuk waktu subuh, menelan debu pekat, berdusta atas Nama Allah, Rasul dan para Imam as. Dan melakukan istimna. (Risalah Nuwin jilid 1 hal. 181)

2. Secara sengaja menenggelamkan seluruh bagian kepala secara sekaligus ke dalam air dan memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui dubur, baik untuk pengobatan atau sebagai pengganti makanan. ( Risalah Nuwin jilid 1 hal. 181; Taudhih al-Masail, masalah 1658).
3. Terdapat sesuatu yang keluar dari kerongkongan sampai ke mulutnya ketika bersendawa, kemudian dengan sengaja sesuatu itu ditelannya kembali. ( Taudhih al-Masail, masalah 1671).
4. Berbuka puasa berdasarkan kabar yang diterimanya dari orang yang tidak adil bahwa waktu maghrib sudah masuk, tetapi sebetulnya waktu maghrib belum masuk, sementara ia mampu meneliti kebenaran kabar tersebut. ( Taudhih al-Masail, masalah 1673).

Apabila seseorang karena tidak tahu masalah, melakukan hal-hal yang membatalkan puasa:
1. Jika mampu mempelajari masalah tersebut, maka menurut ihtiyat wajib, wajib atasnya membayar kafarat.
2. Jika tidak mampu mempelajari masalah tersebut atau sama sekali tidak terpikir olehnya, atau ia yakin bahwa hal itu tidak membatalkan puasa, maka kafarat tidak wajib atasnya. ( Taudhih al- Masail, masalah 1659).

Kafarat Puasa Wajib:
1. Membebaskan seorang budak.
2. Melakukan puasa dua bulan secara berturut-turut (dengan syarat sebanyak 31 hari puasa dilakukan secara berturut-turut, sisanya bisa dilakukan kapan saja / tidak usah berurutan ).
3. Memberi makan kepada 60 orang fakir dengan cara memberikan 1 (satu) mud (sekitar 750 gram) makanan berupa gandum atau sejenisnya kepada setiap orang. Jika tidak mungkin memberikan sebanyak itu, di bolehkan memberi semampunya. ( Taudhih al-Masail, masalah 1660)

Jenis Kewajiban Kafarat:
a. Kafarat Jama'
1. Seseorang membatalkan puasa dengan hal-hal yang haram, menurut ihtiyat wajib, ia wajib melakukan ke tiga kafarat tersebut (membebaskan seorang budak, puasa dua bulan berturut-turut dan memberi makan kepada sebanyak 60 orang fakir). (Taudhih al-Masail, masalah 1665 ).
2. Seseorang berdusta atas Nama Allah, Rasulullah saww. dan para Imam as. ( Taudhih al-Masail, masalah 1666).
3. Seseorang pada siang hari Ramadhan melakukan jima' yang haram. (Taudhih al-Masail, masalah 1667).
4. Seseorang melakukan jima' yang haram yang dilanjutkan dengan jima' bersama istrinya. (Taudhih al-Masail, masalah 1669)
5. Seseorang bersendawa dan keluar darah atau makanan yang telah keluar dari kategori / bentuk makanan, kemudian sengaja ditelannya kembali secara sengaja. (Taudhih al-Masail, masalah 1671).

b. Satu Kafarat:
1. Pada bulan Ramadhan berulang kali melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, termasuk berjima' dengan istrinya (Taudhih al-Masail, masalah 1668).
2. Membatalkan puasa dengan melakukan sesuatu yang halal (misalnya minum air), dan dilanjutkan dengan sesuatu yang haram (misalkan makan daging babi).(Taudhih al-Masail, masalah 1670).
3. Bernadzar akan berpuasa pada hari tertentu, kemudian pada hari yang telah ditentukan tersebut secara sengaja ia membatalkan puasanya.(Taudhih al-Masail, masalah 1672)

Sepuluh hal yang mewajibkan Qadha Puasa.
1. Sengaja muntah.
2. Tidur dalam keadaan junub pada malam Ramadhan, kemudian bangun dan ia mengetahui adanya kemungkinan dapat bangun kembali sebelum subuh apabila ia tidur lagi dan telah berniat mandi wajib setelah ia bangun, lalu ia tidur lagi. Ternyata ia tidak bangun hingga subuh. Begitu pula jika ia bangun dari tidur yang kedua, lalu ia tidur lagi hingga subuh .
3. Tidak berniat puasa, puasa karena riya dan beranggapan bahwa tidak ada kewajiban berpuasa, walaupun sepanjang hari ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
4. Seseorang yang lupa mandi janabat kemudian sehari atau beberapa hari melakukan puasa dalam keadaan junub
5. Seseorang, yang tidak meneliti terlebih dulu apakah sudah masuk waktu subuh atau belum, melakukan hal yang membatalkan puasa, lalu ia tahu ketika melakukannya ternyata masuk waktu subuh.
6. Ada seseorang mengatakan pada orang lain bahwa waktu subuh belum masuk. Karena perkataan tersebut orang itu melakukan perbuatan yang membatalkan puasa, kemudian ia tahu bahwa sebenarnya waktu subuh sudah masuk.
7. Ada seseorang mengatakan kepada orang lain bahwa waktu subuh sudah masuk, tetapi orang itu sendiri tidak yakin dengan perkataan orang tersebut atau mengganggapnya bercanda. Kemudian ia melakukan perbuatan yang membatalkan puasa, dan akhirnya ia tahu bahwa bahwa waktu subuh telah masuk.
8. Seseorang yang buta atau sejenisnya, karena mendengar perkataan orang lain (yang mengatakan bahwa maghrib telah tiba) ia berbuka, setelah itu ia baru tahu bahwa maghrib belum tiba.
9. Dalam keadaan cerah, karena suasana gelap seseorang merasa yakin bahwa waktu maghrib telah tiba kemudian ia berbuka. Setelah itu diketahuinya bahwa sebenarnya waktu maghrib belum tiba.
10. Seseorang berkumur-kumur dengan maksud berwudhu atau tanpa alasan tertentu lalu tanpa sengaja air tersebut tertelan .

Catatan:
Bila seseorang lupa bahwa dia sedang berpuasa, kemudian meminum air atau dengan maksud berwudhu ia berkumur-kumur dan tanpa sengaja airnya tertelan, maka ia tidak wajib mengqadha puasanya.

Hukum tentang Puasa Qadha.
1. Jika seseorang tidak berpuasa di bulan Ramadhan lantaran sakit dan penyakitnya terus berlangsung hingga Ramadhan tahun berikutnya maka ia tidak wajib mengqadha puasa tersebut. Sebagai gantinya, ia harus memberikan satu mud (sekitar 750 gram) makanan berupa gandum atau sejenisnya kepada orang fakir sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya. Namun jika ia tidak berpuasa disebabkan halangan lain (seperti bepergian) dan halangan tersebut berlangsung hingga Ramadhan berikutnya, maka dia tetap harus mengqadha puasa yang ditinggalkannya, dan ihtiyat mustahab ia (dianjurkan) memberikan satu mud makanan berupa gandum atau sejenisnya kepada orang fakir. (Taudhih al-Masail, masalah 1702).
2. Jika seseorang menangguhkan pelaksanaan puasa qadha Ramadhan hingga lewat beberapa tahun, maka selain ia harus mengqadha puasanya juga diharuskan memberikan satu mud makanan kepada fakir miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkannya. ( Taudhih al-Masail, masalah 1709).
3. Anak laki-laki sulung harus mengqadhakan shalat dan puasa ayahnya yang sudah meninggal (yang ditinggalkan ayahnya ketika masih hidup.( Taudhih al- Masail, masalah 1712).

Hukum berkaitan dengan puasa Musafir (orang yang bepergian).
Waktu berangkat
1. Jika seseorang berangkat safar (bepergian) sebelum waktu dzuhur, maka ketika sampai di batas kota/daerah, yang mana dinding kota / daerah itu tidak terlihat atau suara adzan di daerah itu tidak terdengar lagi, maka ia harus membatalkan puasanya. Tetapi jika ia sudah berbuka sebelum sampai batas kota/daerah itu, maka menurut ihtiyat wajib wajib ia harus membayar kafarat dan mengqadha puasanya. (Taudhih al-Masail, masalah 1721).
2. Jika seseorang berangkat safar setelah lewat dzuhur, maka ia harus melanjutkan puasanya. (Taudhih al- Masail, masalah 1714).

Kembali dari safar
1. Jika seseorang musafir sebelum masuk waktu dzuhur sudah tiba kembali di kampung halamannya atau tempat yang ditinggalinya selama sepuluh hari, maka:
a. Jika belum melakukan hal yang membatalkan puasa, ia harus meneruskan puasanya.
b. Jika telah melakukan hal yang membatalkan puasa, ia tidak wajib puasa pada hari tersebut. (Taudhih al-Masail, masalah 1722).
2. Jika seseorang musafir tiba kembali di kampung halamannya setelah waktu dzuhur, maka ia tidak boleh meneruskan puasa. (Taudhih al-Masail, masalah 1723). []
______________
[Dikutip sebagian dari Puasa & Zakat Fitrah, fatwa Ayatullah Khomeini, terbitan Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad, Bandung]



Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa

Dalam kitab al-Kafy dijelaskan bahwasanya Imam Ja’far al-Shadiq a.s. berkata, “Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka ganjarannya sama dengan pahala yang diterima oleh orang yang berpuasa tersebut.”

Hal yang senada dikemukakan pula dalam kitab al-Mahasin bahwasanya Imam Muhammad al-Baqir a.s. berkata, “Memberi makanan kepada orang yang akan berbuka puasa lebih aku cintai dari pada membebaskan ini dan itu sebagaimana dibebaskannya Nabi Ismail a.s. dari penyembelihan ayahnya, Ibrahim a.s.